MOTIVASI TERBESAR DARI KEYAKINAN DIRI SENDIRI

Motivasi ramai dibicarakan, semudah kita mengucapkannya maka semudah itu pula ia menghilang. Seorang marketing internet terkenal Dini Shanti mengatakan dalam blog nya www.dinishanti.com bahwa motivasi itu ibarat mandi mesti sehari dua kali dan harus dilakukan secara terus menerus. Benar sekali memang kadang kita merasa cepat sekali termotivasi setelah membaca atau menonton tayangan motivasi, tapi sama seperti yang lain juga setelah beberapa saat (hari) motivasi ini pun seperti embun, menguap begitu saja, kadang saya nggak habis pikir kemana ya perginya motivasi itu? sudah susah payah kita membangunnya tapi cepat sekali dia menguap hehe..., andai saja ada toko yang menjual motivasi mau dong kita borong bisa untuk stok ya.

Kembali ke pembahasan kali ini, sebenarnya motivasi terbesar dan terhebat berasal dari keyakinan kita sendiri, jika kita yakin untuk melakukan sesuatu dan akan berhasil, buatlah afirmasi bahwa kita memang bisa dan layak untuk mendapatkannya, motivasikan diri kita untuk mencapai suatu goal atau tujuan yang ingin kita raih, disiplinkan diri kita untuk selalu melangkah dan melakukan hal yang dipersyaratkan.


Bertahan atau Menyerang

Bertahan atau menyerang kedengaran seperti bentuk prilaku binatang yang hendak memangsa sang lawan, istilah ini juga sebenarnya menggambarkan prilaku kita, kadang saat kita merasa tidak nyaman, atau mungkin sedikit terancam kita pun bisa melakukan hal yang sama.

Bagi sebagian orang akan melalui rutinitas kerja yang biasa-biasa saja tapi kadang pun tanpa kita tahu atau tanpa kita sadari, lingkungan bisa membawa kita masuk dalam satu situasi yang mau tidak mau membuat kita harus melakukan sesuatu diluar lingkup pekerjaan kita,persaingan kerja yang begitu ketat saat ini kadang pun terjadi tanpa kita inginkan, persaingan tidak sehat atau istilah jawanya sikut-sikutan pun masih sering terjadi disekitar kita.

Nah jika kita harus menghadapi hal tersebut yang tanpa kita tahu, maka apa yang harus kita lakukan? sudah siapkah kita menghadapi era dunia kerja yang keras (bagi sebagian orang), apakah kita akan mengambil sikap diam dengan tidak menggubris hal tersebut, dengan yakin bahwa kita bisa melaluinya dengan baik walaupun tanpa ikut terlibat, ataukah kita akan menjadi seperti singa hutan yang mengaung mempertahankan wilayah kita? yang jelas masing-masing kita punya karakteristik dan cara tersendiri untuk bisa menyelesaikan dengan baik.

Jika kebetulan anda belum memasuki dunia kerja semoga informasi ini bisa memberikan sedikit gambaran lingkungan "keras " ditempat kerja, walaupun hal ini sudah sangat jarang terjadi tapi masih bisa ditemua dibeberapa tempat kerja, bukan bermaksud untuk menakut-nakuti atau malah membuat kalian minder, tapi justru sebagai informasi tambahan sehingga kalian bisa aware dan siap dengan pilihan bertahan atau menyerang.