Karyawan vs Pintu gerbang

Hehe judulnya seperti ga nyambung yah,.. tapi sebagian yang ngerasa dan pernah kerja di manufacture/pabrik pasti faham deh maksudnya apa 😀

Well, hampir semua perusahaan punya peraturan masing masing yang meliputi hubungan perusahaan dengan karyawan, kegiatan atau jadwal kerja dan lain sebagainya.

Nah kali ini saya cuma mau share bagaimana jika kita atau salah satu staff/team kita melanggar peraturan tersebut.
Yang coba saya ceritakan ini mengenai peraturan jam masuk kerja aja ya say... Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya pada sang pembuat kebijakan/ peraturan, saya hanya mau share apa yang terjadi ditempat kerja saya sebelumnya, Anda bisa menilai baik atau tidak baik itu hak masing masing yah, jadi sekali lagi tidak ada maksud apa apa sama sekali.

Jadi saya masih ingat sekali bagaimana kami para karyawan harus mengejar waktu demi jam kerja yang super ketat, demi pintu gerbang yang dijaga rapat rapat oleh pasukan security bahkan dengan pengawasan langsung sang bos besar, tidak sekali dua kali saya harus berdebat panjang dengan teman teman yang berwenang demi 'membela' teman teman team yang datang terlambat karena suatu alasan, mungkin ini terdengar seperti penolakan pada peraturan, tapi tidak dan bukan begitu maksud saya, karena saya sangat menghargai dan mentaati peraturan, hanya saja jika pekerjaan yang membutuhkan mereka ber potensi lebih tinggi/besar, saya akan lebih memilih mereka, karena pertimbangannya lebih kompleks dan tidak bisa dipukul rata dengan karyawan lainnya karena saya dihadapkan pada dua option yaitu memilih untuk melakukan kegiatan sesuai schedule atau perusahaan akan kena penalti, wahh jauh ya mikirnya haha, ya Iyalah... dan ini kadang tidak bisa jadi pertimbangan temen temen yang punya peraturan. Apa jadinya jika salah satu staff saya tidak bisa masuk hanya gara gara terlambat lima menit yang mungkin disebabkan traffic atau hal kecil lainnya dibandingkan dengan sehari bahkan lebih panjang dari delapan jam kerja mereka bisa masuk dan beraktifitas normal untuk dia bisa melaksanakan tugasnya, pengaturan Export atau import process yang tidak mudah, yang jika error sedikit pun akan ada penalty sekian dan sekian buat perusahaan, dan inilah pertimbangan saya, maaf bagi teman teman yang sudah menerbitkan peraturan super ketat, kami sangat hargai itu untuk kebaikan perusahaan, tapi tetap ya ada aturan dan etika saat saya berkeinginan team saya bisa masuk melewati pintu besar itu, ijin tertulis dan konfirmasi si bos dengan alasan yang masuk akal tentunya, dan ternyata lama lama kegiatan saya ini malah di officialkah di perusahaan Kami oleh temen temen pembuat kebijakan/peraturan tersebut, Haha senangnya... jadi intinya disetiap kesulitan akan selalu ada ide cemerlang untuk menjadikannya mudah 👌

Di perusahaan manapun akan sangat senang jika karyawannya teratur dan punya peraturan sendiri, walaupun tidak semua perusahaan akan punya peraturan yang sama, tapi dibeberapa tempat yang saya pernah bekerja,  mungkin karena segmennya sama , peraturan nya pun ga jauh beda ya, saya mengerti sekali kok, itu demi menertibkan kegiatan dan aturan baik untuk temen-temen karyawan di perusahaan tersebut.
Jadi, well ini sedikit curcol saya pagi ini yang mungkin bisa jadi pertimbangan temen temen yang membutuhkan info apa sebaiknya menolak karyawan yang terlambat atau membiarkan mereka masuk dengan alasan yang masuk akal pastinya ya.
Salam 

Face the problem

Ahh sudah lama ya ternyata ga absen, hehe... maaf ya teman-teman masih pakai alasan klasik ga apa-apa ya, biasalah sedikit sibuk maklum juga masih ngantor belum menjadi full time blogger hihii... sambil berharap dot com, ntar lah ya kalau sudah saatnya bakal setia duduk depan lapppy untuk bisa update update and fokus fokus yahhh... kalau sekarang masih harus share waktunya, but it's fine lah.
By the way sambil ini dijalan pengin banget nulis tips baru untuk blog ini sebelum lupa ya, just wanna share aja siapa tahu ada yang sedang baca dan bermanfaat, semoga ya :)
Mungkin diantara kita pernah ya menerima satu tugas yang rasanya aduhh sulit banget, mau dikerjain ga bisa apalagi kalau kaki kita malas kemana-mana alias hanya duduk diam dan tak mau bergerak untuk cari info keorang lain misalnya, ini sih diluar soal phone atau internet ya, karena dua hal ini bisa kita lakukan dengan hanya duduk disatu tempat, tapi bukan ini maksud saya.
Okay kita kembali lagi, kadang saat kita merasa kesulitan bisa jadi karena itu adalah hal baru buat kita dan belum pernah kita lakukan sebelumnya, apalagi kalau kita tidak suka dengan jenis pekerjaan yang sedang kita tangani... wuihhh rasanya ampyuunn deh.
Begini teman, jika kita mengalami hal tersebut alias mengalami kesulitan dalam pekerjaan kita tips terbaik cobalah untuk berusaha menangani masalah tersebut dengan sebaik-baiknya, gali informasi semaksimal mungkin, dengan kata lain masukkan diri kita dalam masalah tersebut semaksimal kita. Yang akhirnya semua akan ada dalam kendali, trust me :)

MOTIVASI TERBESAR DARI KEYAKINAN DIRI SENDIRI

Motivasi ramai dibicarakan, semudah kita mengucapkannya maka semudah itu pula ia menghilang. Seorang marketing internet terkenal Dini Shanti mengatakan dalam blog nya www.dinishanti.com bahwa motivasi itu ibarat mandi mesti sehari dua kali dan harus dilakukan secara terus menerus. Benar sekali memang kadang kita merasa cepat sekali termotivasi setelah membaca atau menonton tayangan motivasi, tapi sama seperti yang lain juga setelah beberapa saat (hari) motivasi ini pun seperti embun, menguap begitu saja, kadang saya nggak habis pikir kemana ya perginya motivasi itu? sudah susah payah kita membangunnya tapi cepat sekali dia menguap hehe..., andai saja ada toko yang menjual motivasi mau dong kita borong bisa untuk stok ya.

Kembali ke pembahasan kali ini, sebenarnya motivasi terbesar dan terhebat berasal dari keyakinan kita sendiri, jika kita yakin untuk melakukan sesuatu dan akan berhasil, buatlah afirmasi bahwa kita memang bisa dan layak untuk mendapatkannya, motivasikan diri kita untuk mencapai suatu goal atau tujuan yang ingin kita raih, disiplinkan diri kita untuk selalu melangkah dan melakukan hal yang dipersyaratkan.


Bertahan atau Menyerang

Bertahan atau menyerang kedengaran seperti bentuk prilaku binatang yang hendak memangsa sang lawan, istilah ini juga sebenarnya menggambarkan prilaku kita, kadang saat kita merasa tidak nyaman, atau mungkin sedikit terancam kita pun bisa melakukan hal yang sama.

Bagi sebagian orang akan melalui rutinitas kerja yang biasa-biasa saja tapi kadang pun tanpa kita tahu atau tanpa kita sadari, lingkungan bisa membawa kita masuk dalam satu situasi yang mau tidak mau membuat kita harus melakukan sesuatu diluar lingkup pekerjaan kita,persaingan kerja yang begitu ketat saat ini kadang pun terjadi tanpa kita inginkan, persaingan tidak sehat atau istilah jawanya sikut-sikutan pun masih sering terjadi disekitar kita.

Nah jika kita harus menghadapi hal tersebut yang tanpa kita tahu, maka apa yang harus kita lakukan? sudah siapkah kita menghadapi era dunia kerja yang keras (bagi sebagian orang), apakah kita akan mengambil sikap diam dengan tidak menggubris hal tersebut, dengan yakin bahwa kita bisa melaluinya dengan baik walaupun tanpa ikut terlibat, ataukah kita akan menjadi seperti singa hutan yang mengaung mempertahankan wilayah kita? yang jelas masing-masing kita punya karakteristik dan cara tersendiri untuk bisa menyelesaikan dengan baik.

Jika kebetulan anda belum memasuki dunia kerja semoga informasi ini bisa memberikan sedikit gambaran lingkungan "keras " ditempat kerja, walaupun hal ini sudah sangat jarang terjadi tapi masih bisa ditemua dibeberapa tempat kerja, bukan bermaksud untuk menakut-nakuti atau malah membuat kalian minder, tapi justru sebagai informasi tambahan sehingga kalian bisa aware dan siap dengan pilihan bertahan atau menyerang.






Wanita dan blog

Senangnya berbicara soal wanita... dari ujung rambut hingga ujung kaki rasanya tak pernah ada habisnya, makanya jangan heran kalau diriku suka banget nulis soal wanita dan wanita.. iyalah yang pasti masih aja berhubungan dengan wanita, bisa karir, tips sukses yang pembahasannya hampir semua menggunakan contoh wanita sebagai tokohnya, atau bisa jadi karena sipenulisnya wanita ya... hehehe... (maaf tidak bermaksud demikian :) )

Sukses itu perlu PerJUANGan

Jika kita selalu mendengar bahwa setiap orang ingin sukses, itu normal, tapi tahukah kita bagaimana usaha mereka hingga mencapai kesuksesan? bagaimana mereka merintis dari bawah sekali atau mungkin dari yang tidak ada menjadi ada, dari tidak ada rumah sampai punya banyak rumah, dari tak ada mobil, harus naik motor panas-panas atau bahkan sepeda kebo kalau orang jawa bilang, atau mungkin dari dia jalan kaki sampai dia punya merci, dan sebagainya.

Sebagian besar masyarakat kita mengelu-elukan seorang sukses setelah seseorang itu mendapatkannya, tanpa mengetahui latar belakangnya, tanpa mau tau perjuangannya, sehingga pelajaran yang sangat berharga itu jarang diketahui orang lain, ini sih mau enaknya doang hehe..

Kita masih ingat bagaimana cerita seorang Dahlan Iskan (mentri BUMN) misalnya, dari seorang anak kecil yang harus berjalan berpuluh kilometer menuju sekolahnya tanpa sepatu sebagai alas kakinya, dengan terik matahari yang panas saat dia pulang sekolah, hingga kakinya kakinya terluka, sampai dia mempunyai sepatu yang masih juga enggan dipakainya karena dia sayang jika sepatu tersebut rusak, dia tidak akan bisa memakainya lagi, perjuangan dia selama sekolah hingga dia bekerja tak pernah menyerah sedikitpun dengan lingkungan dan keadannya, kita mulai mengenal beliau ini dari lingkungan Jawa Pos.

Mencari Jalan Sukses

Banyak orang yang berusaha untuk sukses, tapi tidak sedikit juga orang yang berhenti ditengah jalan bahkan disaat sebentar lagi mencapai sukses, tentu saja tanpa mereka ketahui sebelumnya.

Nah.. topik hangat pagi ini adalah tentang bagaimana seseorang yang memprogram dirinya untuk sukses pasti akan mencari jalan untuk mencapainya.

Banyak sekali hal yang tidak bisa kita atur atau kendalikan tapi kita masih dapat memegang atau mengendalikan satu hal yang benar-benar sangat menentukan, yaitu dari dalam diri kita sendiri pikiran, sikap dan semangat kita.

Dan ternyata banyak tokoh sukses yang berpendapat bahwa kekuatan luar tidak akan berpengaruh terlalu besar terhadap kesuksesan kita, hanya saja orang-orang yang memprogram dirinya untuk sukses lah yang akan mencari setiap celah jalan untuk menuju sukses dalam situasi dan kondisi apapun.
Kebiasaan untuk bisa memecahkan suatu masalah biasanya akan mengalir dengan sendirinya seiring dengan pengalaman yang dilewati di setiap kesulitan yang ia hadapi, karena solusi untuk pemecahan masalah tersebut bisanya juga bersumber dari satu sumber yaitu kita sendiri.